Di tengah semakin dekatnya Pemilu 2024, peta politik Indonesia kembali diwarnai oleh perubahan signifikan dalam kepemimpinan partai politik besar, khususnya Partai Golkar. Mundurnya Airlangga Hartarto dari posisi Ketua Umum Golkar pada 10 Agustus 2024 telah menggemparkan dunia politik tanah air. Pengunduran diri ini diyakini sebagai langkah taktis Airlangga untuk menjaga keutuhan partai di tengah dinamika internal yang kompleks dan tekanan dari berbagai pihak.
Setelah pengunduran diri Airlangga, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar segera mengadakan rapat pleno pada 13 Agustus 2024 untuk menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum. Agus Gumiwang Kartasasmita, yang juga menjabat sebagai Menteri Perindustrian, dipilih untuk memimpin partai sementara. Penunjukan ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai arah politik Golkar ke depan, terutama terkait strategi dalam menghadapi Pemilu 2024.
Agus Gumiwang menghadapi tugas berat, tidak hanya dalam menjaga stabilitas internal partai tetapi juga dalam menentukan sikap Golkar terhadap calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung. Dalam beberapa bulan ke depan, ia akan memimpin persiapan untuk Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Musyawarah Nasional (Munas) yang dijadwalkan pada 20 Agustus 2024. Kegiatan ini akan menjadi momen penting bagi Golkar untuk memutuskan arah dan strategi politik dalam kontestasi pemilu mendatang.
Sementara itu, dinamika politik juga berkembang di luar Golkar. Partai-partai lain, seperti PDIP, PKB, dan PSI, terus mempersiapkan langkah-langkah mereka. PDIP misalnya, terus memperkuat posisinya dengan mendekati berbagai kelompok masyarakat, termasuk mendukung beberapa tokoh populer untuk maju dalam Pilkada di berbagai daerah.
PKB juga tak kalah aktif, dengan menggelar Muktamar di Bali pada 24-25 Agustus 2024 untuk meneguhkan dukungan dan strategi menghadapi pemilu. PSI, di sisi lain, fokus pada mempersiapkan Kaesang Pangarep, putra Presiden Joko Widodo, untuk maju dalam Pilkada 2024, menunjukkan bagaimana partai-partai baru juga berusaha merebut pengaruh dalam konstelasi politik nasional.
Perkembangan ini menunjukkan betapa dinamisnya politik Indonesia menjelang Pemilu 2024, dengan berbagai manuver strategis yang dilakukan oleh partai-partai besar maupun baru. Pertarungan politik ini diprediksi akan semakin memanas seiring mendekatnya hari pemungutan suara, di mana setiap langkah dan keputusan partai akan sangat menentukan hasil akhir dari kontestasi politik terbesar di Indonesia ini.














